BANGGAI LAUT — Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Tompotika (Untika) Luwuk angkatan ke-32 secara resmi ditutup. Acara penutupan yang berlangsung meriah ini diselenggarakan di Desa Labuan Kapelak, Kecamatan Banggai Selatan, Kabupaten Banggai Laut, pada Kamis, 29 Mei 2025.
Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN-PPM, Fatur Rahman Djalil, dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh 89 program kerja yang direncanakan berhasil direalisasikan. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kolaborasi serta dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, dan seluruh masyarakat Banggai Selatan.
"Alhamdulillah, tidak ada satu pun program KKN-PPM yang tertinggal. Kami sangat bersyukur atas partisipasi aktif dari semua pihak," ujar Fatur. Ia berharap, seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Penutupan ini juga dihadiri oleh Rektor Untika Luwuk, Taufik Bidullah, yang mengungkapkan rasa bangga dan terharu atas sambutan hangat yang diberikan. Taufik menyatakan bahwa program KKN-PPM ini, meski tidak dapat menyelesaikan semua persoalan, diyakini telah membawa dampak positif yang signifikan.
"Kunjungan kami kali ini sangat istimewa karena menandai kembalinya mahasiswa Untika ke Banggai Laut setelah 10 tahun. Ini adalah wujud tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari masyarakat Banggai bersaudara," ungkap Taufik penuh haru.
Ia menambahkan, berdirinya kampus Untika merupakan aspirasi dari masyarakat Banggai. Oleh karena itu, kehadiran kembali mahasiswa di wilayah ini menegaskan komitmen kuat perguruan tinggi untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.
Acara penutupan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Camat Banggai Selatan, perwakilan Danramil, para kepala desa, dan tokoh masyarakat lainnya. Rektor Taufik Bidullah secara khusus menyampaikan terima kasih atas dukungan luar biasa yang telah diberikan selama satu bulan penuh pelaksanaan KKN-PPM.
Kesuksesan program KKN-PPM Untika Luwuk ini menjadi bukti nyata sinergi yang harmonis antara dunia akademik dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berbasis pemberdayaan di wilayah Banggai Laut.
