Luwuk – Universitas Tompotika (Untika) Luwuk resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Hotel Swiss-Belinn Luwuk, Minggu (15/02/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyusun arah kebijakan dan program prioritas universitas untuk satu tahun mendatang, dengan mengusung semangat besar: “Gerakan Membangun Untika Unggul Berdampak.”
Raker ini dihadiri oleh 80 peserta, yang terdiri dari unsur pimpinan universitas mulai dari Rektor dan Wakil Rektor, kepala lembaga, para dekan dan wakil dekan, ketua program studi, unit penjaminan mutu, hingga pimpinan lembaga kemahasiswaan tingkat universitas.
Ketua Panitia: Raker Menyusun RKT Untika Tahun 2026
Ketua Panitia Raker Untika Luwuk, Muhlin, S.Sos., M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa Raker ini bertujuan untuk menyusun dan menetapkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2026 sebagai pedoman pelaksanaan program universitas secara terarah dan terukur.
“Tujuan rapat kerja ini adalah menghasilkan atau menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) Untika Tahun 2026. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga malam hari dan dilaksanakan di Hotel Swiss-Belinn,” ujar Muhlin.
Dalam kesempatan tersebut, Muhlin menyampaikan apresiasi kepada Ketua Yayasan dan jajaran pengurus, Rektor Untika, serta seluruh peserta yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan.
Sebagai penutup laporan panitia, Muhlin turut menyampaikan permohonan maaf jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan.
Rektor Untika: Raker Penting Menentukan Arah Universitas
Sementara itu, Rektor Untika Luwuk, Taufik Bidullah, SE., M.Si, dalam sambutannya menekankan bahwa Raker merupakan forum yang sangat penting dalam menentukan arah universitas ke depan. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Raker tahun ini dilakukan agak terlambat karena universitas harus melalui beberapa agenda penting, seperti pemilihan rektor serta penyusunan dokumen strategis universitas.
“Raker ini baru bisa kita laksanakan karena sebelumnya kita harus menyelesaikan pemilihan rektor, peninjauan statuta, perubahan visi misi, serta penyusunan dokumen perencanaan seperti Renstra. Setelah semuanya selesai, barulah kita bisa melaksanakan rapat kerja,” jelas Rektor.
Ia menegaskan bahwa Raker Tahun 2026 menjadi yang pertama dalam fase penjabaran visi misi baru Untika, yang berorientasi pada tata kelola profesional dan peningkatan kualitas institusi.
Menurutnya, pembangunan fisik yang sudah dilakukan selama ini harus dibarengi dengan pengelolaan yang rapi dan profesional agar Untika benar-benar mampu menjadi universitas unggul.
“Tidak ada artinya kita membangun gedung megah, tetapi jika pengelolaannya semrawut dan tidak profesional. Maka universitas akan rapuh. Kita harus kelola Untika dengan baik,” tegasnya.
Dalam sambutan tersebut, Rektor juga menyampaikan kabar bahwa Untika akan segera membangun Laboratorium Terpadu, yang menjadi kebutuhan mendasar terutama bagi fakultas eksakta. Ia menyebut pembangunan ini merupakan dukungan besar dari yayasan dan pemerintah daerah.
Rektor turut mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan Raker sebagai momentum menyusun langkah strategis, karena keberhasilan universitas tidak hanya ditentukan oleh pimpinan, tetapi oleh komitmen bersama seluruh elemen kampus.
Ketua Yayasan: Untika Harus Unggul dan Berdampak Nyata
Ketua Badan Pendiri Yayasan Pendidikan Tompotika yang diwakili oleh Ketua Yayasan Ir. Ramli Tongko, S.Sos., ST., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Raker merupakan forum strategis yang menentukan arah kebijakan universitas dalam satu tahun ke depan.
Ia menegaskan bahwa RKT bukan hanya dokumen administratif, melainkan instrumen penting untuk pengendalian, evaluasi, serta peningkatan kinerja institusi.
“RKT bukan sekadar dokumen perencanaan tahunan, tetapi instrumen manajemen yang menjadi dasar pengendalian, evaluasi, dan peningkatan kinerja institusi secara menyeluruh,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti tantangan pendidikan tinggi saat ini yang menuntut perguruan tinggi untuk adaptif terhadap transformasi digital, akreditasi, persaingan antar kampus, hingga kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan menjelaskan bahwa makna “unggul berdampak” harus diterjemahkan secara konkret. Unggul berarti tata kelola profesional dan peningkatan kualitas SDM, pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Sedangkan berdampak berarti Untika harus hadir memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Lulusan Untika tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja dan menjadi agen perubahan,” tegasnya.
Ia pun menekankan pentingnya budaya kerja kolaboratif di lingkungan kampus serta sinergi antara universitas dan yayasan sebagai satu kesatuan manajerial yang tidak dapat dipisahkan.
Pada akhir sambutan, Ketua Yayasan secara resmi membuka Rapat Kerja Untika Luwuk Tahun 2026, sebagai langkah awal konsolidasi dan penguatan arah kebijakan universitas menuju institusi pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berdampak luas bagi masyarakat Kabupaten Banggai dan sekitarnya.
Raker Untika Tahun 2026 ini diharapkan melahirkan rumusan program kerja yang realistis, terukur, serta mampu memperkuat posisi Untika sebagai kampus kebanggaan masyarakat Banggai.
Sumber: PPTIK Untika Luwuk
